Trip Gunung Prau

Standard

Trip ini dilakukan tanggal 23 sampai 28 Desember 2014 oleh 6 orang sahabat yang mumet dengan kerjaan sehari-hari mereka, yaitu Pipit, Midun, Eka, Fadly, Wanted, dan Mami Lisaa. Rencana perjalanan telah dilakukan sejak H-1bulan perjalanan. Saking seriusnya sama rencana jalan-jalan ini, kami mengadakan rapat segala loh. Hehehe

Trip diawali tanggal 23 Desember 2014, Eka beli tiket ke terminal bis Sinar Jaya pagi-pagi karena tiket ini ga bisa dibooking, jd harus beli pas hari H nya. Akhirnya kai dapet tiket untuk tanggal 23 Desember 2014 jam 16.00 WIB dengan harga 90rb (Tiket untuk bis AC). Emang sengaja sih cari tiket sore, jadi kita jalan malem dan bisa dipake untuk tidur. Jadi ga buang-buang waktu.

Sampai di terminal wonosobo Rabu, 24 Des 2014 jam 05.30 WIB. Sampai di terminal, ada yang langsung homesick, bilang pengen pulang, pelakunya adalah Pipit, hahaha. Kemudian kita nunggu jam 8 untuk membeli tiket pulang, tp ternyata tiket pulang untuk hari minggu pagi tidak bisa dibeli hari itu. Akhirnya kita memutuskan untuk langsung menuju destinasi pertama, yaitu Gunung Prau. Kita naik mobil sejenis ELF, tp yang udah jadul gtu dengan menyewa Rp. 150.000. Sampailah kami di basecamp di Gunung Prau. Wanted ngurus simaksi, setelah itu langsung lanjut memuai pendakian.

Penampakan Depan Basecamp Gunung Prau

Penampakan Basecamp Gunung Prau dari depanBasecamp Gunung Prau dari DalamPenampakan Basecamp Gunung Prau dari

Gunung Prau itu ketinggiannya 2565 MDPL. Buat pemula recommended ni, ga terlalu tinggi. Bisa didaki dengan perjalanan 3-4 jam.

Mendaki gunung emang ga mudah, butuh perjuangan dan kemauan yang besar karena ga bisa dipungkiri pasti cuapeekkk. Tapi kalo berhasil sampai puncak, rasa capeknya akan terbayar dengan pemandangan yang luar biasa indah.

Selama pendakian, kami pun banyak istirahat, diawal pendakian aja (belum sampe pos 1 loh ya…), mamy Lisa udah kecapean dan beberapa kali menghentikan penduduk setempat yang bawa motor untuk numpang sampai pos 1. Abang ke-1, nolak untuk ngebantu, abang ke-2 juga nolak, sampai yang ke-3 akhirnya mau ngasih tumpangan. Tapi sayangnya motornya ga kuat ngangkut mami (motornya pas di gas, bukannya maju, malah hampir terbalik kebelaknga). Keberatan kali ye, hahaha. Akhirnya tas doang deh yang diangkut sampe pos 1. Tapi walaupun diawal paling keliatan kecapean. Mamy sampai puncak paling pertama loh. Muantaaab

Selain mami, semua juga kecapean sih. Bahkan pipit saking capeknya, tasnya dibawain sama Fadli. Hua, untung ada Fadly yang rela ngebawain tasnya Pipit. Aku dan Eka pun ga kalah lelahnya sama mereka. Maju 5 langkah, terus berenti untuk ngambil napas. Kalo yang cowok-cowok sih pada jagoan, padahal bawa tas pada gede2 bangat.

Track Prau kali ini cukup sulit untuk dilalui, khususnya pada pos 3 menuju pos 4 karena ternyata dijalur tersebut habis longsor. Jadi kami harus pegangan tali untuk ngedakinya. Track Prau

Padahal biasanya sih, kata yang sudah pernah, tracknya ga sesulit itu. Tapi sesulit apapun track, kami berenam berhasil sampai puncak. Kami sampai sekitar jam 12an siang.

Sampai puncak, yang cowok-cowok langsung bikin tenda, sedangkan cewe-cewenya istirahat, hehehe

Cuaca saat itu hujan, jadi tenda kami semat kemasukan air juga. Akhirnya Pipit mereakan kerudungnya dijadiin lap untuk nirisin air yang masuk tenda, hahaha

Setelah beres, kita mulai masak-masak untuk makan siang. Yang ajaibnya, yang masak-masak pun cowoknya, cewenya didalem tenda aja, jadi mandor dan komentator, hadeuuuhhh cewe macam apa ini….

Makan malem pun sama, cowo-cowonya yang nyiapin.

Karena lelah, jam 9 kita sudah pada terlelap.

Akhirnya, pagi pun datang, pemandangan Prau di pagi hari sangat indah. Kita seperti berada di atas awan. 20141225_052328Setelah asik foto-foto, sekitar jam 7 kami mulai masak-masak lagi untuk makan pagi.Sarapan pagi di PrauSetelah makan, kita beberes untuk turun dan melanjutkan ke trip lain.

Wah pas turun mah pada lancaaarrr jaya. beberapa kali ada yang jatuh karena kepeleset sih. Tapi cuma jatuh gitu aja. Bahkan kita sempet selfie, hehehe

Selama perjalanan turun, biar celana ga kotor, aku dan pipit pake jas hujan. jadi klo harus ngesot-ngesot, yang kotor jas ujan, bukan celana kami. Maklum harus irit celana, karena ga bawa banyak.

Pokoknya pendakian ke prau ini sangat berkesan bersama teman-teman yang luar biasaaa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s