Rafting di Sungai Serayu

Standard

Sungai Serayu ini ada di daerah Bojonegoro. Rafting itu olahraga yang sangat menyenangkan dan bikin ketagihan. Bener aja, kalau udah pernah rafting, pasti pengen lagi deh. Jadi, setelah ke Sikunir, perjalanan dilanjutkan dengan rafting di Sungai Serayu. Perjalanan dari Sikunir ke Serayu kita lakukan pada hari Jumat, 26 Desember 2014. Dari Sikunir kita menggunakan mobil bak yang sebelumnya mengantar kita dari Basecamp Prau ke Sikunir. Jadi udah janjian ama abang untuk di jemput lagi. Tapi sayangnya mobil bak ini cuma bisa nganter sampai Basecamp Prau saja. Dari Basecamp prau harus naik mobil elf lagi. Bilang sama abang mobil baknya kalau kita mau ke Sarayu, nanti dicariin mobil yang ke arah Bojonegoro.

Akhirnya sekitar jam 12an siang, kita sampai di Basecamp rafting Sungai Serayu. Rencananya mau nekat Rafting siang itu juga. Jam 2an lah. Tapi ternyata kata masnya, air sungainya agak naik, agak kurang aman kalau maksa Rafting siang itu juga. Akhirnya memutuskan untu rafting besok paginya.

Alhamdulillah sekali, basecampnya rafting Serayu bagus dan nyaman sekali. Sayang foto basecampnya udah saya hapus. Tapi nyaman banget. Bahkan ketika kita minta izin untuk bermalam, kita diizinkan loh. Padahal udah bingung mau nginep dimana malam itu. Pas malemnya kita dikasih makan pakai ayam, masakan salah satu pemandu rafting kita buat hari Sabtu. Uenak tenan masakannya. Setelah kenyang makan, ada yang lanjut tidur, ada yang main bakar-bakar, Masnya bikin api unggun. Setelah lelah main bakar-bakar, lanjut tiduuur. Isi tenaga buat esok hari. Malam itu, kita tidur diiringi dengan suara sungai Serayu. Jadi pemandangan kita tuh langsung ke derasnya sungai Serayu.

Pagi pun tiba, kita beberes buat rafting dan sarapan. Oh, iya basecamp ini sebenernya kalau siang itu restoran. Jadi pas makan pagi pesan di resto serayu ini. Selesai makan, sekitar jam 9an kita mulai dikasih arahan dan persiapan untuk Rafting. Akhirnya petualangn pun dimulai. Wah rafting di Serayu benar-benar mamacu adrenalin. Banyak jeram-jeram yang bikin kita teriak-teriak, tapi seru banget.

Ada loh yang baru jeram pertama udah nyemplung, jatuh dari perahu. Hahaha

Penampakan Sungai Serayu

Penampakan Sungai Serayu

IMG-20150105-WA0004 IMG-20150105-WA0005

Jeramnya mantaabbb

Jeramnya mantaabbb

IMG-20150105-WA0020IMG-20150105-WA0004

Ini sungguh bikin teriak2, kuping masnya sampe sakit kayanya

Ini sungguh bikin teriak2, kuping masnya sampe sakit kayanya

IMG-20150105-WA0019

Full team

IMG-20150106-WA0013

Menikmati kelapa muda asli saat istirahat rafting

IMG-20150105-WA0002

Semangat melanjutkan Rafting

Oh kalau ada yang mau rafting di Sungai Serayu bisa menghubungi nomor 085247097777 atau 085726004698. Sekedar membantu promosi. Soalnya semua orang di sana baik-baik.

Advertisements

Trip ke Sikunir

Standard

Trip ke Sikunir ini merupakan lanjutan perjalan dari Gunung Prau. Setelah turun dari Prau hari Kamis, tanggal 25 Desember 2014, kami lanjutkan perjalanan menjelajah Dieng ke Sikunir yang terkenal dengan golden sunrise terindah di Indonesia. Dari Basecamp Prau ke Sikunir kita nyarter mobil bak. Perjalanan dari Basecamp Prau ke Sikunir kira-kira 45 menit sampai 1 jam.

Sikunir ini terletak di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah. Untuk mencapai puncak Sikunir kita harus jalan kurang lebih 30 menit. Perjalanan menuju puncak Sikunir biasanya dilakukan dini hari untuk melihat golden sunrise yang sangat terkenal.

Kami sampai Desa Sambungan sekitar jam 4 sore. Sebenernya kita bisa nginep di motel-motel sekitar ataupun ngecamp. Untuk menghemat uang, kami memutuskan untuk ngecamp. Toh memang kami membawa tenda untuk keperluan ngecamp saat di Prau. Dari camp ke Puncak Sikunir perlu waktu nanjak sekitar 30 menit. Oh iya, di tempat ngecamp udah ada toilet dan juga warung untuk makan. Tapi pada saat itu, warung hanya menyediakan nasi dan mie instan saja untuk makan. Tapi kalau paginya sih banyak aneka makanan yang bisa diicip.

Untuk makan malam, kami memutuskan untuk masak sendiri, beli mie mentahnya ke warung karena persediaan makanan kami sudah habis. Setelah kenyang, kami ngobrol-ngobrol bentar dan menikmati keindahan malam desa sambungan. Pemandangan belakang adalah danau. Kami sih becandanya, “anggep aja ranukumbolo”. Latihan sebelum ke Rinjani. Hehehe

10891902_10204338175828166_4807866601597814730_nSetelah ngantuk, akhirnya kami masuk tenda dan tidur. Sebeum tidur rencana mau nanjak ke puncak Sikunir jam 4.30, tapi kenyataanya mah lain, hehehe. Biasa orang Indonesia ngaret…

Akhirnya kami mulai nanjak jam 5.00 WIB. Sebenernya itu telat sih. Yang enak tuh kalo mau nanjak, jam 4 atau 4.30 lah.

Ternyata setelah sampai puncak, kami tidak bisa melihat Sunrise yang terkenal indah itu karena cuaca yang tidak mendukung alias berkabut tebal sekali. Memang sih kalau ke Sikunir sebaiknya pas musim kemarau sekitar bulan Mei sampai Agustus.

Oh iya, untuk informasi saja ni, ternyata naik gunung juga bisa macet loh. Dimanakan itu?? Ya di Sikunir. Jangan kaget yah, ternyata yang berminat untuk melihat golden sunrise SIkunir sangatlah banyak. Jadi pas nanjak pun kita tidak berjalan cepat karena banyak sekali orang yang sama-sama ingin melihat golden sunrise. Mungkin karena jarak tempuh yang tidak terlalu lama, jadi masih bisa terjangkau oleh banyak orang.

Yah walaupun tdak bisa melihat golden sunrise, kebahagiaan bisa ke Puncak Sikunir tetap tidak hilang kok. Saya tetap bersyukur punya kesempatan ke Puncak Sikunir. Semoga masih ada kesemapatan lain untuk ke Sikunir dengan cuaca yang bagus, jadi bisa melihat keindahan golden sunrise Sikunir, Aamiin

Dipuncak Sikunir ini pun banyak yang jualan pop mie dan minuman kopi, energen, teh hangat. So don’t worry. We can eat at top of Sikunir.

Sekita jam 7.30 kita bergegas turun karena harus melanjutkan perjalanan ke destinasi lain…